Dalam beberapa tahun terakhir ini, parfum lokal semakin populer di kalangan Gen Z Indonesia. Melalui berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, parfum lokal sering muncul sebagai topik yang dibahas karena menawarkan aroma menarik, harga terjangkau, dan kemasan estetik yang sesuai selera anak muda. Produk ini pun berkembang menjadi bagian dari gaya hidup mereka.
Popularitas ini didorong oleh beberapa faktor. Pertama, harganya yang ramah kantong membuat parfum lokal mudah dijangkau oleh pelajar dan mahasiswa. Kedua, inovasi aroma serta desain kemasan yang kekinian membuat produk semakin menarik. Ketiga, peran besar media sosial, terutama review dari kreator TikTok, turut mendorong banyak parfum lokal menjadi viral. Keempat, ketersediaan yang luas di marketplace hingga minimarket membuatnya mudah dibeli.
Munculnya tren ini berawal dari berkembangnya UMKM dan kemampuan produsen lokal meracik parfum dengan bahan berkualitas namun tetap mempertahankan harga kompetitif. Banyak brand juga lahir dari kreator muda yang memahami selera Gen Z, sehingga parfum diposisikan bukan hanya sebagai aroma, tetapi juga elemen identitas diri.
Parfum lokal mulai mencuri perhatian sekitar 2021–2022, ketika konten seputar “parfum affordable” dan “dupe parfum mahal” ramai di TikTok. Fenomena TikTok made me buy it membuat banyak produk lokal tiba-tiba viral dan laris dalam waktu singkat.
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Penasaran kenapa parfum lokal mulai marak terutama di gen Z, simak pembahasan”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/09irsyadarya7782/6939187334777c66020b1346/penasaran-kenapa-parfum-lokal-mulai-marak-terutama-di-gen-z-simak-pembahasan
Kreator: Irsyad Arya Putra Fadilla
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
Meski demikian, parfum lokal masih menghadapi stigma seperti dianggap kurang tahan lama atau hanya sekadar tiruan parfum impor. Namun, banyak brand telah membuktikan kualitasnya melalui penggunaan bahan impor, konsentrasi tinggi, dan kontrol kualitas yang baik. Harga murah lebih disebabkan efisiensi produksi, bukan kualitas rendah.
Secara keseluruhan, meningkatnya minat Gen Z terhadap parfum lokal dipengaruhi oleh harga yang bersahabat, inovasi produk, akses mudah, serta kekuatan media sosial. Kini, parfum lokal tidak lagi dianggap sebagai alternatif, tetapi telah mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan diprediksi terus berkembang ke depannya.
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Penasaran kenapa parfum lokal mulai marak terutama di gen Z, simak pembahasan”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/09irsyadarya7782/6939187334777c66020b1346/penasaran-kenapa-parfum-lokal-mulai-marak-terutama-di-gen-z-simak-pembahasan
Kreator: Irsyad Arya Putra Fadilla
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com